Entri Populer

Selasa, 01 Februari 2011

RESUME ; BASIC CARDIAC LIFE SUPPORT

BAB II. ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI, KARDIOVASKULAR DAN CEREBROVASKULAR


I. Sistem Respirasi
Anatomi sistem respirasi terbagi menjadi 4 komponen yaitu; Saluran nafas ~Alveoli~Komponen Neuromuskular~Komponen Pembuluh darah arteri,Kapiler & Vena-vena.
Saluran pernafasan terbagi menjadi saluran bagian atas & saluran bagian bawah.
  • Bagian atas terdiri dari ; hidung, mulut, faring & laring
  • Bagian bawah terdiri dari ; trakea, bronkus, bronkiolus, Alveoli
Alveoli dilapisi selapis sel tipis dengan pembuluh darah kapiler yang didalamnya terdapat kantung udara tempat pertukaran oksigen & karbondioksida
Arteri pulmonalis merupakan pembuluh darah yang keluar dari ventrikel kanan berisi darah dengan kandungan oksigen rendah menuju ke alveoli paru.
Sistem respirasi berfungsi membawa oksigen dari udara luar kedalam darah dan membuang karbondioksida dari dalam tubuh.
Guna oksigen di dalam tubuh adalah; sebagai bahan bakar pada metabolisme tubuh.
* ASIDOSIS METABOLIK adalah kondisi terjadinya penurunan jumlah yang dibawa dalam darah / kegagalan darah mengikat oksigen yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan.
* ASIDOSIS RESPIRATORIK adalah suatu kondisi dimana terjadi suatu kegagalan sistem respiratorik untuk mengeluarkan karbondioksida dari tubuh sehingga terjadi penumpukan gas karbondioksida (hiperkabia)
Sumbatan  jalan nafas adalah tertutupnya jalan nafas yang umumnya disebabkan oleh benda asing yang menutupi jalan nafas / jatuhnya lidah dan epiglotis, saat penderita tertidur atau dalam kondisi tidak sadarkan diri (pinsan).

II. Sistem Kardiovaskular 
Sistem kardiovaskular meliputi jantung, arteri, vena, dan kapiler. Jantung memiliki ruang-ruang yang saling berhubungan yang terbungkus oleh selaput kuat yang disebut "Perikardium", dinding ruangnya disebut "Miokard"
Perikardium ada 2 bagian : Parietal dan Viceral yang membentuk rongga dan berisi cairan pelumas (Cairan Perikardium) fungsinya untuk mengurangi gesekan akibat gerakan jantung.
Ruang jantung ada 4 bagian : 2 atrium & 2 ventrikel (kanan -Kiri).
Atrium & Ventrikel Kanan menerima darah karbondioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk pertukaran gas di alveoli.
Setelah terjadi pertukaran gas karbondioksida dan oksigen di alveoli kembali kejantung bagian atrium dan ventrikel kiri melalui vena pulmonalis lalu dipompakan keseluruh tubuh.
Otot jantung mendapat suplay darah dari arteri koroner yang terbagi menjadi arteri koroner kanan dan kiri. 
Jantung berfungsi untuk memompa darah keparu-paru serta keseluruh tubuh. Pembuluh darah arteri dan vena berperan sebagai pipa penyaluran darah dari jantung. Pertukaran gas karbondioksida serta oksigen dalam darah terjadi di alveoli  dengan perantara pembuluh darah kapiler.
Untuk pernafasan tingkat sel, pertukaran gas karbondioksida serta oksigen terjadi pada mitokondria secara terus menerus yang diteruskan kedalam darah sebelum terjadi pertukaran di alveolus.
Jantung memiliki fungsi pompa ganda, yaitu jantung bagian kanan menerima darah dengan kandungan karbondioksida yang lebih banyak dari seluruh tubuh, lalu dipompakan melalui ventrikel kanan ke paru-paru untuk pertukaran gas secara difusi di alveolus. Lalu darah yg mengandung banyak oksigen dipompakan kembali keseluruh tubuh dan arteri koroner melalui vena pulmonalis menuju atrium kiri, masuk ke ventrikel kiri.
Denyut jantung normal pada orang yang sedang istirahat, yaitu;
  • 60-80x/menit untuk orang dewasa
  • 80-100x/menit untuk anak-anak
  • 100-140x/menit untuk bayi
Jantung memompakan darah  sekitar 70cc perkali, kurang lebih darah yang yang dipompakan jantung sekitar 5 liter darah permenit.
Darah dipompakan keluar dari jantung melalui kontraksi miokardium yang diawali dengan cetusan listrik secara alami di nodus sinoatrial yang diteruskan menuju nodus atrioventrikular dan dihantarkan menuju serabut purkinje melalui berkas his sebelum menggerakkan otot miokardium untuk memompakan darah keluar dari jantung.

III. Sistem Serebrovaskular
 Susunan sistem syaraf pusat terdiri dari otak besar (serebrum), otak kecil (serebelum), batang otak dan susunan syaraf spinal. Serebrum terbagi menjadi 2 hemisfer (bagian besar) yaitu hemisfer kiri dan kanan. Setiap hemisfer terbagi menjadi beberapa lobus yaitu; lobus anterior, medius, parietal,temporal dan oksipital. 
Masing-masing hemisfer mengontrol dan mengatur bagian yang berbeda dari tubuh. Secara garis besar, hemisfer kiri mengendalikan tubuh sebelah kanan dan hemisfer kanan mengendalikan tubuh sebelah kiri.
Batang otak terletak diantara otak besar dan susunan syaraf spinal memiliki beberapa jaras (traktus) yang menghubungkan antara otak besar, otak kecil dan syaraf spinal.
Keistimewaan batang otak adalah merupakan pusat pengendali syaraf otonom (syaraf yang berdiri sendiri) contohnya pusat pernafasan (respiratori) dan peredaran darah (sirkulasi).
Otak merupakan organ tubuh yang paling banyak membutuhkan oksigen, sehingga diperlukan suplai darah kaya oksigen secara konstan. Apabila terjadi gangguan aliran darah bahkan kerusakan akan mengakibatkan kerusakan jaringan otak hingga menimbulkan kematian.
Pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak ada 2, yaitu ; 
Add caption
  1. arteri karotis kiri dan kanan 80% suplai darah, 
  2. arteri vetebralis kiri dan kanan 20% suplai darah
Kedua arteri ini bertemu dan membentuk lingkaran yang disebut arteri sirkulus willisi

Kerusakan jaringan otak menyebabkan penurunan fungsi bagian yang terkena, sebaliknya bagian otak yang tidak mengalami kerusakn akan tetap berfungsi secara normal. Metabolisme yang terganggu seperti henti jantung akan mempengaruhi sel-sel otak. Saat terjadi henti jantung semua sel tubuh akan terpengaruh, demikian juga sel otak.


INTERAKSI SISTEM RESPIRASI, JANTUNG DAN OTAK
Tujuan utama pertolongan gawat darurat kardiovaskular untuk mempertahankan serta memelihara, kalau mungkin mengembalikan  pasokan oksigen secara normal ke organ tubuh yang sangat membutuhkan oksigen.




   


Senin, 31 Januari 2011

RESUME ; BASIC CARDIAC LIFE SUPPORT

BAB I. BANTUAN HIDUP DASAR
Survey WHO tahun 2004  kira-kira 17,1 juta orang meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah (29,1% dari jumlah total kematian). Diperkirakan 7,2 juta kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung koroner.
Berdasarkan penelitian ; bantuan hidup dasar akan memberikan hasil yang paling baik jika dilakukan dalam waktu 5 menit pertama saat penderita diketahui tidak sadarkan diri dengan menggunakan "Automated External Defibrillator (AED)".
Definisi dari Tindakan  Bantuan Hidup Jantung Dasar  yaitu : merupakan layanan kesehatan dasar yang dilakukan terhadap pasien yang menderita penyakit yang mengancam jiwa sampai pasien tersebut mendapat pelayanan kesehatan secara paripurna.
 Pengamatan serta intervensi yang dilakukan dalam tindakan bantuan hidup jantung dasar merupakan satu rantai yang tidak terputus, disebut "Rantai Kelangsungan Hidup ( Chain of Survival )"
Bantuan hidup jantung dasar = Resusitasi Jantung Paru (RJP)
Penyakit Jantung Koroner, stroke serta beberapa penyakit pengerasan pembuluh darah berkaitan dengan prilaku hidup tidak sehat, seperti : Pola nutrisi, merokok, stress, aktifitas fisik rendah
"EMERGENCY FIRST RESPONDER" = Penolong utama yang terdiri dari : Polisi, Petugas pemadam kebakaran ,dll.
Dalam pelayanan terhadap penyakit kardiovaskular merupakan satu sistem yang digunakan untuk mengenal tanda-tanda terkena serangan jantung dan stroke, bagaimana mengaktifkan sistem layanan gawat darurat, mencegah komplikasi resusi jantung paru sesegera mungkin, penggunaan defibrilator ekternal otomatis pada penderita henti jantung. Setelah penderita stabil baru lakukan rujukan ke Rumah Sakit  dengan pelayanan yang lebih lengkap.
Dua komponen utama Pelayanan kegawat daruratan :
  1.  Komponen bantuan hidup jantung dasar 
  2. Komponen bantuan hidup jantung lanjutan, jika komponen pertama berhasil
Bulan Oktober 2010, American Heart Association  mengeluarkan pedoman baru bantuan hidup dasar dewasa :
  1. Pengenalan kondisi henti jantung mendadak segera berdasarkan penilaian respons pasien dan tidak adanya nafas.
  2. Perintah " Look, Listen & Feel " dihilangkan dari logarima bantuan hidup dasar 
  3. Penekanan bantuan kompresi dada yang kontinyu dalam melakukan resusitasi jantung paru oleh tenaga yang tidak terlatih
  4. Perubahan urutan pertolongan bantuan hidup dasar dengan mendahulukan kompresi sebelum melakukan pertolongan bantuan nafas  (CAB dibanding dengan ABC)
  5. Resusitasi Jantung paru (RJP) yang efektif dilakukan sampai didapatkan kembalinya sirkulasi spontan/penghentian upaya resusitasi
  6. Peningkatan fokus metode untuk meningkatkan kualitas RJP yang baik 
  7. Penyederhanaan algoritme bantuan hidup dasar
Apabila kita dapat melakukan bantuan hidup jantung dasar dengan baik dan tepat, maka kita dapat mengharapkan bahwa :
  1. Henti jantung  dapat dicegah dan transport dapat cepat dilaksanakan
  2. Fungsi jantung paru dapat diperbaiki dengan menggunakan AED dan kompresi
  3. Otak dapat dijaga dengan baik karena suplay darah ke otak dapat terpelihara selamadilakukan bantuan sampai batuan lanjutan tiba     
    Rekomendasi oleh "AMERICAN HEART ASSOCIATION";
    Rantai kelangsungan hidup memiliki 5 komponen utama, yaitu:
    1. Pengenalan kejadian henti jantung dan aktivasi sistem gawat darurat segera ( Early Access )
    2. Resusitasi jantung paru segera (Early CPR)
    3. Defibrilasi segera (Early Defibrillation)
    4. Perawatan Kardiovaskular lanjutan yang efektif (Efective ACLS)
    5. Penanganan pasca henti jantung yang terintegrasi (integrated Post Cardiac Arrest Care)

    Jumat, 07 Januari 2011

    7 Januari 2011

    JUMLAH PENDERITA DIARE SEPANJANG   TAHUN 2010 
    DI KECAMATAN CIPOCOK JAYA KOTA SERANG- BANTEN

    1.  Pelayanan dalam gedung : anak 0-1bln = 127 org, anak 1-4thn = 241org, umur >5th = 317 org >>>>>  Jumlah = 685 org
    2. Pelayanan luar gedung  : anak 0-1bln = 264 org, anak 1-4thn = 497org, umur >5th = 589 org >>>>>  Jumlah = 1350 org
    Cakupan Program : 685/33.922 x 100% = 20,2%
    Target 10% x 423/1000 x 80195 = 33,9%


    DATA PENDERITA DIARE DI KECAMATAN CIPOCOK HASIL LAPORAN DARI TENAGA KESEHATAN SETEMPAT, BIDAN DESA / KADER KESEHATAN
    1. Kel. Karundang : ~ Nakes : 197orang , ~ Bides/ Kader : 142 orang = jumlah 339
    2. Kel. Tembong : ~ Nakes : 97 orang, ~ Bides/Kader : 166 orang = jumlah 263
    3.  Kel. Dalung : ~ Nakes : 73 orang, ~Bides/Kader : 135 orang = jumlah 208
    4.  Kel. Gelam : ~ Nakes : 52 orang, ~Bides/Kader : 217 orang = jumlah 269
    5.  Kel. Cipocok : ~ Nakes : 43 orang, ~Bides/Kader : 227 orang = jumlah 270
    6.  Kel. Bj. Sari : ~ Nakes : 12 orang, ~Bides/Kader : 202 orang = jumlah 214
    7.  Kel. Bj. Agung  : ~ Nakes : 8 orang, ~Bides/Kader : 195 orang = jumlah 203
    8.  Kel. Penancangan : ~ Nakes : 2 orang, ~Bides/Kader : 66 orang = jumlah 68
    Total Kejadian yang terlaporkan : 1834 kasus

    Data diatas menunjukkan betapa kasus diare masih menjadi kasus harian yang wajib kita waspadai bersama.
    Tingkat kepedulian masyarakat tentang Kesehatan masih sangat rendah, ini merupakan PR bagi kami untuk terus menggenjot kepedulian masyarakat tentang pentingnya sehat bagi mereka, melalui program promosi kesehatan dan program yang berkaitan lainnya.