Entri Populer

Senin, 31 Januari 2011

RESUME ; BASIC CARDIAC LIFE SUPPORT

BAB I. BANTUAN HIDUP DASAR
Survey WHO tahun 2004  kira-kira 17,1 juta orang meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah (29,1% dari jumlah total kematian). Diperkirakan 7,2 juta kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung koroner.
Berdasarkan penelitian ; bantuan hidup dasar akan memberikan hasil yang paling baik jika dilakukan dalam waktu 5 menit pertama saat penderita diketahui tidak sadarkan diri dengan menggunakan "Automated External Defibrillator (AED)".
Definisi dari Tindakan  Bantuan Hidup Jantung Dasar  yaitu : merupakan layanan kesehatan dasar yang dilakukan terhadap pasien yang menderita penyakit yang mengancam jiwa sampai pasien tersebut mendapat pelayanan kesehatan secara paripurna.
 Pengamatan serta intervensi yang dilakukan dalam tindakan bantuan hidup jantung dasar merupakan satu rantai yang tidak terputus, disebut "Rantai Kelangsungan Hidup ( Chain of Survival )"
Bantuan hidup jantung dasar = Resusitasi Jantung Paru (RJP)
Penyakit Jantung Koroner, stroke serta beberapa penyakit pengerasan pembuluh darah berkaitan dengan prilaku hidup tidak sehat, seperti : Pola nutrisi, merokok, stress, aktifitas fisik rendah
"EMERGENCY FIRST RESPONDER" = Penolong utama yang terdiri dari : Polisi, Petugas pemadam kebakaran ,dll.
Dalam pelayanan terhadap penyakit kardiovaskular merupakan satu sistem yang digunakan untuk mengenal tanda-tanda terkena serangan jantung dan stroke, bagaimana mengaktifkan sistem layanan gawat darurat, mencegah komplikasi resusi jantung paru sesegera mungkin, penggunaan defibrilator ekternal otomatis pada penderita henti jantung. Setelah penderita stabil baru lakukan rujukan ke Rumah Sakit  dengan pelayanan yang lebih lengkap.
Dua komponen utama Pelayanan kegawat daruratan :
  1.  Komponen bantuan hidup jantung dasar 
  2. Komponen bantuan hidup jantung lanjutan, jika komponen pertama berhasil
Bulan Oktober 2010, American Heart Association  mengeluarkan pedoman baru bantuan hidup dasar dewasa :
  1. Pengenalan kondisi henti jantung mendadak segera berdasarkan penilaian respons pasien dan tidak adanya nafas.
  2. Perintah " Look, Listen & Feel " dihilangkan dari logarima bantuan hidup dasar 
  3. Penekanan bantuan kompresi dada yang kontinyu dalam melakukan resusitasi jantung paru oleh tenaga yang tidak terlatih
  4. Perubahan urutan pertolongan bantuan hidup dasar dengan mendahulukan kompresi sebelum melakukan pertolongan bantuan nafas  (CAB dibanding dengan ABC)
  5. Resusitasi Jantung paru (RJP) yang efektif dilakukan sampai didapatkan kembalinya sirkulasi spontan/penghentian upaya resusitasi
  6. Peningkatan fokus metode untuk meningkatkan kualitas RJP yang baik 
  7. Penyederhanaan algoritme bantuan hidup dasar
Apabila kita dapat melakukan bantuan hidup jantung dasar dengan baik dan tepat, maka kita dapat mengharapkan bahwa :
  1. Henti jantung  dapat dicegah dan transport dapat cepat dilaksanakan
  2. Fungsi jantung paru dapat diperbaiki dengan menggunakan AED dan kompresi
  3. Otak dapat dijaga dengan baik karena suplay darah ke otak dapat terpelihara selamadilakukan bantuan sampai batuan lanjutan tiba     
    Rekomendasi oleh "AMERICAN HEART ASSOCIATION";
    Rantai kelangsungan hidup memiliki 5 komponen utama, yaitu:
    1. Pengenalan kejadian henti jantung dan aktivasi sistem gawat darurat segera ( Early Access )
    2. Resusitasi jantung paru segera (Early CPR)
    3. Defibrilasi segera (Early Defibrillation)
    4. Perawatan Kardiovaskular lanjutan yang efektif (Efective ACLS)
    5. Penanganan pasca henti jantung yang terintegrasi (integrated Post Cardiac Arrest Care)

    Jumat, 07 Januari 2011

    7 Januari 2011

    JUMLAH PENDERITA DIARE SEPANJANG   TAHUN 2010 
    DI KECAMATAN CIPOCOK JAYA KOTA SERANG- BANTEN

    1.  Pelayanan dalam gedung : anak 0-1bln = 127 org, anak 1-4thn = 241org, umur >5th = 317 org >>>>>  Jumlah = 685 org
    2. Pelayanan luar gedung  : anak 0-1bln = 264 org, anak 1-4thn = 497org, umur >5th = 589 org >>>>>  Jumlah = 1350 org
    Cakupan Program : 685/33.922 x 100% = 20,2%
    Target 10% x 423/1000 x 80195 = 33,9%


    DATA PENDERITA DIARE DI KECAMATAN CIPOCOK HASIL LAPORAN DARI TENAGA KESEHATAN SETEMPAT, BIDAN DESA / KADER KESEHATAN
    1. Kel. Karundang : ~ Nakes : 197orang , ~ Bides/ Kader : 142 orang = jumlah 339
    2. Kel. Tembong : ~ Nakes : 97 orang, ~ Bides/Kader : 166 orang = jumlah 263
    3.  Kel. Dalung : ~ Nakes : 73 orang, ~Bides/Kader : 135 orang = jumlah 208
    4.  Kel. Gelam : ~ Nakes : 52 orang, ~Bides/Kader : 217 orang = jumlah 269
    5.  Kel. Cipocok : ~ Nakes : 43 orang, ~Bides/Kader : 227 orang = jumlah 270
    6.  Kel. Bj. Sari : ~ Nakes : 12 orang, ~Bides/Kader : 202 orang = jumlah 214
    7.  Kel. Bj. Agung  : ~ Nakes : 8 orang, ~Bides/Kader : 195 orang = jumlah 203
    8.  Kel. Penancangan : ~ Nakes : 2 orang, ~Bides/Kader : 66 orang = jumlah 68
    Total Kejadian yang terlaporkan : 1834 kasus

    Data diatas menunjukkan betapa kasus diare masih menjadi kasus harian yang wajib kita waspadai bersama.
    Tingkat kepedulian masyarakat tentang Kesehatan masih sangat rendah, ini merupakan PR bagi kami untuk terus menggenjot kepedulian masyarakat tentang pentingnya sehat bagi mereka, melalui program promosi kesehatan dan program yang berkaitan lainnya.